<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589200327214842458</id><updated>2012-02-12T01:08:50.815-08:00</updated><category term='J50K'/><category term='oops'/><category term='january'/><category term='frenemy'/><category term='kampung fiksi'/><category term='badge'/><title type='text'>Frenemy</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ria Tumimomor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03586260958548467039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_i6JvxVLzjh0/TMbwoRv0ZPI/AAAAAAAAAGo/C-KAzDBmlbc/S220/IM0098.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589200327214842458.post-1077544423557415999</id><published>2012-02-12T01:08:00.000-08:00</published><updated>2012-02-12T01:08:50.825-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='J50K'/><title type='text'>Belum selesai</title><content type='html'>Eventnya sudah selesai sejak beberapa minggu yang lalu... Tapi gue masih belum kelar menulis juga karena lagi asyik membenahi proyek lama yang terbengkalai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang bertanya apa hadiah untuk selesai J50K ini... Hadiahnya? Tulisan kita yang mencapai 50K itulah hadiah bagi diri kita sendiri... Ternyata dalam kurang lebih sebulan kita dapat mencapai jumlah 50K dan itu gak gampang loh... Mau asal-asalan menulis atau dengan penuh pengkhayatan sampai lupa mau do anything else...tetap aja yang penting sampai di tujuan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau tentu saja bagi beberapa diantara kita mencapai 50K itu bukan berarti selesai perjuangannya. Yang ingin serius menerbitkan tentunya mesti edit dan edit :) Bisa jadi berkurang tapi bisa jadi malah molor tambah banyak karena memang ceritanya belumn selesai :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sooo, buat teman-teman J50K...lanjutkan perjuangannya yaaa... :) Kami dari Kampung Fiksi akan senang sekali kalau ada yang berhasil menerbitkannya menjadi novel ^_^ Itulah namanya hasil manis dari perjuangan mata sepet, meras otak dan pegel terlalu lama duduk... LANJUTTTKAAAN...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589200327214842458-1077544423557415999?l=frenemyforj50k.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/feeds/1077544423557415999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/02/belum-selesai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/1077544423557415999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/1077544423557415999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/02/belum-selesai.html' title='Belum selesai'/><author><name>Ria Tumimomor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03586260958548467039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_i6JvxVLzjh0/TMbwoRv0ZPI/AAAAAAAAAGo/C-KAzDBmlbc/S220/IM0098.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589200327214842458.post-6687523366642619604</id><published>2012-01-31T02:42:00.000-08:00</published><updated>2012-01-31T02:59:35.785-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampung fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='J50K'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='badge'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='oops'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='frenemy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='january'/><title type='text'>Oops for J50K 2012</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-MdBfCZQiE-k/Tw6xx1btbNI/AAAAAAAAFTk/mSMOmrzxgqU/s1600/oops1.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-MdBfCZQiE-k/Tw6xx1btbNI/AAAAAAAAFTk/mSMOmrzxgqU/s320/oops1.gif" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tadinya sih niat banget deh turut menyukseskan event &lt;a href="http://www.kampungfiksi.com/2012/01/12-hari-perjalanan-j50k-dan-e-badges.html"&gt;J50K&lt;/a&gt; ini :) Walau sebenarnya belum tahu juga mau menulis apa untuk event ini, tapi bayangan ceritanya gimana udah ada. Dan rencana awalnya mau terjun bebas saja nanti menguntai kata-kata di blog untuk menyusun cerita.&lt;br /&gt;Makanya ceritanya juga gak mau yang ribet-ribet amat seperti yang harus riset serius. Kalau membuat cerita fantasy pun saya harus tahu bagaimana keadaan di hutan X, istananya bagaimana, danau di sekitarnya seperti apa... Paling enggak biarpun mengkhayal tapi jangan berantakan banget deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi cerita yang dibuat temanya juga tidak mengusung hal yang baru. Mengenai Frenemy yang singkatan dari Friend-Enemy. Kadang orang justru bisa iri dan dengki terhadap temannya sendiri sehingga mereka justru malah menjadi musuh yang paling berbahaya dalam hidup. Yang membuat ide cerita saya pun berasal dari novel luar yang pernah dibaca (tapi malu deh lupa apa judulnya). Tentang persahabatan tiga orang gadis sejak mereka satu asrama dan salah satu dari mereka mempunyai kelainan. Persabahatan berlanjut hingga dewasa sampai akhirnya dua gadis lainnya menyadari ada yang salah pada jiwa sahabat mereka. Kalau novel itu lebih ke thriller maka cerita Frenemy ini lebih bertema horror. ITU RENCANANYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pikir punya pikir ketika baru mencapai sekitar 8K; waduh...ternyata saya banyak hutang dari proyek tahun lalu. Di tahun 2011 saya termasuk yang sukses kelar mencapai garis finish di 50K tapi hingga sekarang cerita yang saya buat belum berlanjut. Saya kehilangan minat (penyakit lama) sehingga terpaksa cerita itu masih mengendap di komputer. Lalu saya ingat semua naskah cerita yang sukses ditolak penerbit. Mereka sepertinya butuh perhatian lebih dari saya saat ini dan iya deh...itu alesan saja ya... Tapi, demi naskah-naskah itu saya memutuskan untuk berhenti melanjutkan J50K ini. Dan sukses deh dapat badge Oops (dapat Oops kok bangga...heheheh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti saya niat kok menyelesaikan cerita Frenemy ini karena sebenarnya inti ceritanya sudah ada di kepala, udah dicatetttt, perkembangan tokoh-tokohnya bagaimana dan endingnya pun saya sudah tahu harus menulis apa. Tapi itu nanti dan sekarang dengan berbesar hati... saya mengaku KALAH NIAAAT dengan para pemenang yang telah mencapai garis finish! SELAMAT YAAA ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589200327214842458-6687523366642619604?l=frenemyforj50k.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/feeds/6687523366642619604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/01/oops-for-j50k-2012.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/6687523366642619604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/6687523366642619604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/01/oops-for-j50k-2012.html' title='Oops for J50K 2012'/><author><name>Ria Tumimomor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03586260958548467039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_i6JvxVLzjh0/TMbwoRv0ZPI/AAAAAAAAAGo/C-KAzDBmlbc/S220/IM0098.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-MdBfCZQiE-k/Tw6xx1btbNI/AAAAAAAAFTk/mSMOmrzxgqU/s72-c/oops1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589200327214842458.post-5898549140994231930</id><published>2012-01-30T18:40:00.000-08:00</published><updated>2012-01-30T18:40:01.261-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampung fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='J50K'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='frenemy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='january'/><title type='text'>Dan ini bab 4 dari Frenemy</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ehFEKYjests/Tip3x6rDk3I/AAAAAAAAAiI/0RV2pY_EKSU/s1600/IMG_7669.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-ehFEKYjests/Tip3x6rDk3I/AAAAAAAAAiI/0RV2pY_EKSU/s320/IMG_7669.JPG" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dua Senior&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;   &lt;o:RelyOnVML/&gt;   &lt;o:AllowPNG/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;    &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;    &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;“Dan aku pikir kamu akan pingsan tadi,” senggol Wati kepada Amelie usai acara memperkenalkan dirinya tadi di aula sekolah. “Untung aku tidak mengalami hal tersebut…”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Amelie hanya tersenyum tipis seraya meminta maaf telah membuat panik Wati beberapa saat sebelum perkenalan tadi. Ketika ia terdiam ketakutan di lorong tersebut Wati langsung membimbingnya ke dalam kamar kecil tempat para murid ataupun pekerja sekolah yang perlu beristirahat karena sakit. Wati menawarkan mulai obat pusing hingga salep gosok untuk membantu Amelie. Semua ditolak dengan sopan apalagi ia sudah merasa lebih baik setelah tidak berada di lorong tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Lagipula aneh rasanya jika ia terlihat sakit dan lemah di hari pertamanya bekerja. Apa yang akan mereka katakan nanti? Bisa-bisa hal itu akan memberikannya poin buruk di penilaian kerjanya selama masa percobaan tiga bulan ini. Dan mengaku bahwa ia melihat seseorang di lorong yang gelap itu? Bisa-bisa mereka akan mempertanyakan kredibilitasnya sebagai seorang wakil kepala sekolah. Karenanya Amelie menguatkan dirinya dan ia tersenyum berusaha membuat yakin Wati agar tidak berbicara kemana-mana. Ia tahu Wati sebenarnya baik namun kelihatannya kontrol mulutnya berada di tingkat yang sangat rendah. Jadi ia berharap insinden tadi tidak akan menyebar kemana-mana. Lagipula sepertinya Wati punya banyak cerita mengenai kejadian itu dan ia jadi ingin tahu. Kalau dia terus-terusan terlihat takut, maka bukan saja ia tidak mendapat informasi. Melainkan namanya yang akan tercemar dalam hitungan menit. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Jadi ia menyimpan rasa takutnya dan mulai mengikuti acara demi acara awal di tempat kerjanya. Syukurlah ia masuk untuk menggantikan pegawai lama yang harus pindah keluar kota mengikuti suaminya. Sebelum pegawai itu pindah, semua urusan di sekolah ini tampaknya sudah dibenahi. Yang ia harus lakukan tentunya melanjutkan pekerjaan yang sudah berjalan itu. Setelah diperkenalkan dengan murid-murid ia pun dipertemukan dengan para guru yang ada di sekolah. Mereka semua hadir terkecuali para rekannya sesama wakil kepala sekolah. Ibu Juwita terlihat agak kesal namun berusaha tidak memperbincangkan lebih lanjut. Dan hal ini membuat Amelie salut karena atasannya bukan tipe orang yang suka bergunjing. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Tapi iya ya, kemana pula nih dua seniornya? Kok bisa mereka belum sampai juga di kantor hingga jam sekolah dimulai? Ia berjalan bersama Wati mengikuti Ibu Juwita ketika dilihatnya dua orang wanita yang kurang lebih sebaya dengan kepala sekolah berada di ruang kerja mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;“Ibu Angel dan Ibu Rindu,” terdengar nada Ibu Juwita yang agak keras kepada keduanya. Didengarnya dengusan dari Wati namun ia telah terlatih untuk memasang wajah sekosong mungkin. Beberapa kali pindah tempat kerja telah mendidik Amelie untuk tidak mencari gara-gara dengan para seniornya. Apapun yang ia lakukan pasti akan saja salah dan karenanya ia tidak mau membuat masalah. Bisa dilihatnya bahwa dua wanita ini pasti gemar membuat orang lain kesal. Dengusan Wati sudah cukup memberinya informasi itu. Ia tetap memasang wajah datar ketika didengarnya Ibu Juwita menegur mereka berdua. Dua wanita paruh baya itu beralasan bahwa mereka terlambat karena mencari kue untuk dirinya. Bah! Tidak dilihatnya ada bungkusan apapun di meja mereka berdua. Bisa jadi keduanya terlalu asyik menggosip di tukang jual bubur yang ada di depan sekolah. Atau bahkan mampir di ibu penjual nasi goreng yang terletak agak tersembunyi di seberang sekolah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Ia mengangsurkan tangan pada mereka berdua dan cukup bijaksana untuk tidak berterima kasih untuk kebaikan mereka membelikannya kue. Ibu Juwita pun tidak mempertanyakannya jadi mengapa ia harus melakukannya? Tapi sayang Wati rupanya tidak tahan untuk tidak usil dan berkata ceria,” Baguslah, ada sesuatu yang bisa kita makan bersama sore nanti… Nanti akan saya suruh Pak Tomi menyiapkan kopi atau teh untuk kita semua…”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Suasana agak hening sebelum kedua wanita itu bergumam bahwa itu ide yang baik. Mereka memandang dengan galak ke arah Wati yang sayangnya tidak terlihat takut sama sekali. Amelie memilih langsung duduk di mejanya dan berpura tidak melihat pertengkaran tanpa suara para seniornya. Bukan main, kelihatannya ia harus benar-benar menjaga mulut dan pikirannya agar jangan sampai berselisih dengan kedua makhluk ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Dimana-mana akan selalu saja ada pengganggu, baik disaat ia masih kanak-kanak hingga menginjak usia dewasa. Mungkin itulah alasan kenapa diadakan masa orientasi kepada semua murid baru. Bukan untuk mempererat hubungan antara junior dan para seniornya. Melainkan untuk memberi santapan kehidupan realitas bagi para anak-anak. Seperti inilah nantinya kehidupan kalian begitu menginjak usia dewasa dan terjun ke masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Jika mereka beruntung, maka bisa memasuki perusahaan dengan atasan yang mampu membimbing para anak buahnya. Mempunyai rekan kerja yang dapat diandalkan satu sama lainnya. Tapi jika tidak, maka bersiaplah untuk mencari jalan bagaimana caranya untuk bertahan hidup. Tetap mempertahankan prinsip tapi bersiap dikucilkan dari pergaulan. Atau larut dalam situasi yang ada demi mempertahankan posisi yang dimiliki. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Tentu saja, penyiksaan fisik dan menyuruh para junior untuk membawa tempe segi lima dan tahu segi tujuh sama sekali tidak berguna. Hal itu hanya demi pemuasan hati para senior yang ingin dituruti dan ditakuti oleh para junior. Amelie pun pernah menikmati hal itu ketika menjadi kakak kelas dan ia senang-senang saja. Ia menganggap dirinya perlu bersyukur bahwa menginjak usia dewasa hal tersebut bisa dirasakannya tidak berguna sama sekali. Banyak orang, masih hidup di dunia perbudakan dengan tokoh mandor dan para budak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Tapi mengapa ia jadi melantur seperti ini hanya karena menghadapi Ibu Angel dan Ibu Rindu? Ia bahkan tidak tahu seperti apa mereka sebenarnya jadi sebaiknya sekarang berkonsentrasi pada pekerjaannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Amelie membuka berkas-berkas yang sudah disiapkan dengan rapi oleh pendahulunya dan memperhatikan sepintas laporan tersebut. Hmmm, ternyata pendahulunya sudah menyusun laporan yang rapi mengenai sarana sekolah tersebut. Ia memperhatikannya dengan seksama daftar tersebut. Telah dibuat pembagian berdasarkan klasifikasi yang sudah ia ketahui yaitu barang yang habis dan yang tidak habis dipakai. Lalu barang yang bergerak dan tidak bergerak dan yang terakhir tentu saja barang yang berhubungan dengan proses belajar mengajar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;Bisa-bisa aku tidak perlu melakukan apa-apa selain memastikan semua peralatan itu cukup tersedia dan mengontrol apakah terjadi kerusakan, Amelie tersenyum tipis. Ia tidak mau terlihat senang berlebihan karena jarang ada orang lain di dunia ini yang bahagia dengan kesenangan orang lain. Tidak juga dengan teman sendiri, pikirannya melayang ke raut wajah Jamie dan temannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;“Enak ya, begitu datang pekerjaannya sudah beres,” terdengar suara lirih dari meja di seberangnya. Amelie menghela napas dan menyadari bahwa dua orang seniornya itu memang menjengkelkan seperti yang ia duga. Pasti mereka sudah memperhatikannya sedari tadi untuk mencari celah untuk menyerang. Seharusnya ia memasang wajah suntuk dan kesal ketika melihat laporan tadi. Tapi, jika mereka memang tidak menyukainya maka apa saja yang ia kerjakan akan tetap salah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;"&gt;“Iya, dia datang sudah tinggal menikmati pekerjaan orang lain dan menerima gaji begitu saja… Hfff…,” suara lain juga turut menyindirnya. Ia tidak tahu siapa yang bicara terlebih dahulu, tapi baginya itu tidak penting. Jadi ia hanya mendongak sejenak untuk tersenyum dan kembali menatap laporan tersebut. Kelihatannya hari ini akan jadi hari yang panjang. Ia larut dalam pekerjaannya hingga tidak merasakan getaran dari handphonenya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589200327214842458-5898549140994231930?l=frenemyforj50k.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/feeds/5898549140994231930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/01/dan-ini-bab-4-dari-frenemy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/5898549140994231930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/5898549140994231930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/01/dan-ini-bab-4-dari-frenemy.html' title='Dan ini bab 4 dari Frenemy'/><author><name>Ria Tumimomor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03586260958548467039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_i6JvxVLzjh0/TMbwoRv0ZPI/AAAAAAAAAGo/C-KAzDBmlbc/S220/IM0098.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ehFEKYjests/Tip3x6rDk3I/AAAAAAAAAiI/0RV2pY_EKSU/s72-c/IMG_7669.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589200327214842458.post-6321636277232083146</id><published>2012-01-30T01:34:00.001-08:00</published><updated>2012-01-30T01:34:59.076-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampung fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='J50K'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='frenemy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='january'/><title type='text'>Kasih daaah bab 3 yang berjudul Anggota Baru</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-TPDDuUvp6XA/TwRpghLKN-I/AAAAAAAABu0/3QSrhfefb2U/s1600/IMG_7029.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://1.bp.blogspot.com/-TPDDuUvp6XA/TwRpghLKN-I/AAAAAAAABu0/3QSrhfefb2U/s200/IMG_7029.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Agnes tidak dapat menahan dirinya untuk berhenti menatap kedua gadis remaja tersebut sejak ia memasuki ruangan kelas. Mereka terlihat begitu akrab dan seperti tidak terpisahkan satu sama lain. Jika yang satu berdiri maka yang lain seperti akan tertarik dan mengikutinya. Lalu ia mengamati lebih seksama dan menyadari bahwa gadis yang lebih tinggi dan berwajah pucat itu terlihat mendominasi gadis yang satu lagi. Padahal temannya itu bertubuh lebih besar walau memang tidak setinggi gadis yang kurus itu. Ah, tetap harus ada yang memimpin rupanya, pikirnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihatnya ketika remaja pria itu berjalan mendekati mereka berdua. Walau ia menyapa gadis yang lebih gemuk itu tapi matanya tidak terlepas dari gadis kurus di hadapannya. Agnes memperhatikannya dengan seksama dan …deg! Gadis yang kurus itu mendongak dan melontarkan pandangan mata yang tajam kearahnya. Sungguh suatu keajaiban dunia bahwa apapun yang dilakukan orang, mereka akan tetap merasakan pandangan mata yang tidak henti dari orang lain. Tidak seharusnya memang ia memperhatikan mereka terus menerus. Oh, bagaimana jika gadis itu menghampirinya? Kelihatannya ia bersiap hendak berdiri dan bahkan gadis yang lebih gemuk itu tidak dapat mencegahnya. Tapi remaja pria itu kelihatannya mengatakan sesuatu sehingga kedua gadis itu terlihat tenang. Dan bahkan tidak memperhatikannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu bahwa ia baru saja terhindar dari perselisihan, Agnes buru-buru memalingkan mukanya dan mengeluarkan peralatan menulis serta bukunya. Semoga saja gadis itu tidak melabraknya karena memperhatikannya sedari tadi. Dilepasnya kacamata yang menggantung berat di telinga dan sering merosot di hidungnya. Lalu Ia menenggelamkan dirinya dengan menundukkan kepala dalam-dalam seolah sedang berdoa. Di dengarnya seseorang meletakkan tas dengan kasar di bangku sebelahnya. Agnes mendongak dan mendapati seorang murid wanita meletakkan tasnya dengan cemberut. Kelihatannya murid itu kesal karena harus duduk di depan tapi karena ia terlambat maka tidak ada lagi tempat duduk yang tersisa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran pertama di tahun ajaran baru itu dimulai tidak lama kemudian sehingga ia tidak memikirkan hal itu lagi. Tidak banyak yang diajarkan oleh para guru karena umumnya mereka masih terlihat santai dan lebih banyak bertanya pada murid-murid. Sejauh mana mereka mengetahui tentang pelajaran ini. Apakah dulu di SMP mereka sempat diajarkan sejauh itu? Murid-murid terbawa menjadi tenang dan bahkan beberapa di antara mereka mulai saling sibuk sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes tidak memperdulikan sama sekali apa yang dilakukan teman di sebelahnya. Ia mengira-ngira mungkin murid disebelahnya ini tidak suka duduk dengannya. Tapi bukan itu yang penting, pikirnya seraya kembali melemparkan pandangan kedua sahabat itu. Dan sungguh ia menyesal melakukan hal tersebut karena kali ini kembali dua gadis itu memergokinya. Gadis yang gemuk menatapnya dengan heran dan sepertinya wajahnya terlihat ingin tahu. Tapi tidak gadis yang disebelahnya yang terlihat seperti terganggu. Ia mulai merasa tidak enak dan yakin akan terjadi hal yang tidak disukainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan benar saja dugaannya itu. Begitu bel tanda istirahat berbunyi tanpa sempat dicegah oleh temannya, gadis yang kurus itu menghampiri mejanya dan bertolak pinggang. Matanya menyipit sehingga membuat wajahnya yang cantik itu bertambah dingin menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orangtuamu tidak pernah mengajarkan bahwa tidak sopan melihat orang terus menerus?” tanpa basa basi ia langsung menyemburkan kata-kata. Kali ini gadis yang gemuk itu sudah menyusul dan ikut berdiri disamping sahabatnya. Tapi tidak terlihat lagi rasa ingin tahu itu melainkan pandangan mata yang merasa terganngu. Tidak sedingin pandangan mata sahabatnya, namun mendapat tatapan kesal dari dua pasang mata cukup menciutkan hati Agnes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita pernah satu sekolah ya? Tapi aku tidak ingat pernah melihatmu?” kali ini gadis yang gemuk itu bertanya dengan nada penasaran. “Lalu kalau kita tidak saling mengenal, mengapa kau memperhatikan kami terus?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Agnes hanya diam memperhatikan mereka gadis yang kurus itu terlihat kehilangan kesabaran. Ia menggebrak meja dan meletakkan kedua tangannya di sana. Gadis kurus itu mencondongkan wajahnya menatap Agnes yang mengkeret di tempat duduknya. Wajahnya yang terlihat galak seolah siap menyantap Agnes itu mendadak tersenyum. Bukan senyuman ramah melainkan raut penuh cemooh terlihat penuh di wajahnya. Gadis yang kurus itu menegakkan badannya dan meraih pinggang gadis gemuk di sebelahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Amel,” rupanya itu nama panggilan gadis yang gemuk, pikir Agnes ditengah rasa malunya. Dirasakan wajahnya panas karena malu akibat tatapan mata dari para murid lain yang tidak jadi keluar kelas. Dimana-mana saat terjadi keributan maka para penonton akan siap menanti aksi yang berikutnya. Gadis yang kurus itu menyeringai ke temannya dan menoleh bersama ke arah Agnes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kelihatannya dia sangat ingin menjadi teman kita berdua,” gadis yang kurus itu mencibir kepada Agnes. “Kalau tidak untuk apa dia melihat kita terus…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis yang dipanggil Amel itu memandangi Agnes sejenak sebelum menjawab,”Dua itu kombinasi yang okeh… Tiga itu sudah kebanyakan…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba remaja putra yang dipanggil Jamie itu menyeruak diantara kedua gadis itu,”Lalu aku gak bisa jadi teman kalian dong…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis yang kurus itu tergelak untuk pertama kalinya dan menyodok perut Jamie dengan bercanda,”Siapa bilang kami akan menjadikan kamu teman? Kamu tuh pengawal kami berdua! Terutama dari anak aneh seperti ini…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis yang kurus itu melemparkan kembali tatapan matanya yang tajam sebelum berkata.”Kami tidak ingin menjadi temanmu jadi berhentilah melemparkan pandangan bodoh dari mata empatmu ke arah kami, mengerti?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah melemparkan pandangan mengejek sekali lagi, gadis kurus itu menarik lengan gadis yang bernama Amel tersebut. Mereka keluar dengan diikuti oleh remaja pria tersebut yang terus menggoda mereka berdua. Anak-anak di dalam kelas itu pun membubarkan diri setelah mereka melihat tidak ada kelanjutan dari ketegangan tadi. Kelas itu pun sunyi dari anak-anak murid lain kecuali Agnes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia merasakan gelegak amarah di dadanya dan juga rasa malu. Sungguh ingin ia membalas kata-kata tajam dari gadis kurus itu tapi otaknya tidak bisa diajak bekerja sama. Dan sekarang ia juga merasa malu karena menjadi tontonan teman-teman sekelasnya. Di hari pertama pula di sekolah ini! Dikeluarkannya saputangan dari dalam tasnya dan disekanya keringat yang mengalir di wajahnya. Dengan kesal disambarnya kacamata dari wajahnya dan setengah melemparnya di meja. Tidak diperhatikannya kalau kacamatanya nyaris terlempar dan sekarang tengah berada di ujung meja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tunggu saja “ desisnya dalam hati seraya mengepalkan tangannya. “Akan kubuat kalian menarik kembali kata-kata itu… Lihat saja nanti…”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589200327214842458-6321636277232083146?l=frenemyforj50k.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/feeds/6321636277232083146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/01/kasih-daaah-bab-3-yang-berjudul-anggota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/6321636277232083146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/6321636277232083146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/01/kasih-daaah-bab-3-yang-berjudul-anggota.html' title='Kasih daaah bab 3 yang berjudul Anggota Baru'/><author><name>Ria Tumimomor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03586260958548467039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_i6JvxVLzjh0/TMbwoRv0ZPI/AAAAAAAAAGo/C-KAzDBmlbc/S220/IM0098.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-TPDDuUvp6XA/TwRpghLKN-I/AAAAAAAABu0/3QSrhfefb2U/s72-c/IMG_7029.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589200327214842458.post-8510328569260456503</id><published>2012-01-29T06:50:00.000-08:00</published><updated>2012-01-29T06:50:45.835-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampung fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='J50K'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='frenemy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='january'/><title type='text'>ISeng posting bab 2: Kejutan untuk J50K</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ncqMb0a4Fyc/TyVclK2sq3I/AAAAAAAABx0/FdoKqdW0dA4/s1600/IMG-20111216-00034.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-ncqMb0a4Fyc/TyVclK2sq3I/AAAAAAAABx0/FdoKqdW0dA4/s200/IMG-20111216-00034.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Miss Amelie,” ia mengangkat wajahnya dan tersenyum pada Ibu kepala sekolah yang terlihat ramah itu. Wajahnya bulat dan kulitnya yang putih tertutup sebagian oleh kacamatanya yang besar. “Hari ini siap bertugas? Ah, bagus anda sudah datang lebih awal dari jam kerja…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Juwita sang kepala sekolah lalu mengajaknya memasuki ruangan yang tidak terlalu besar tersebut. Ternyata belum banyak berubah, Amelie membatin dalam hati. Ia melirik ke dalam ruangan kepala sekolah yang berada dalam ruangan terpisah dari para wakil kepala sekolahnya. Ia melamar untuk posisi Wakil Kepala Sekolah yang membidangi Sarana dan Prasarana beberapa bulan yang lalu lewat seorang kenalannya. Dan saat itu ia tidak menyangka bahwa tempat inilah yang dimaksud kenalannya tersebut hingga ia mengirim CV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Amelie, kamu dulu bersekolah di Para Cendekia?” Begitulah pertanyaan tersebut dan diajukan dan barulah ia mengetahui bahwa kesanalah lamarannya akan dikirimkan. Tapi tentu saja saat itu ia tidak terlalu pusing karena toh belum tentu juga ia diterima. Bahkan hingga ia dipanggil untuk wawancara kerja pun ia masih tidak merasakan apa-apa. Dan karenanya ia tidak merasa perlu untuk memberitahukan pada Jamie. Hingga akhirnya ia diterima bekerja disana dan ternyata Jamie tidak terlalu menyukai berita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, dia bukannya tidak terlalu menyukai tapi betul-betul tidak suka. Dan Amelie benci memikirkan bahwa hal tersebut menggangu hatinya. Karena yang ada di pikirannya adalah satu-satunya alasan Jamie bersikap demikian karena ia belum melupakan Nena sama sekali. Matanya menyapu sekeliling ruangan tersebut dan kembali memusatkan perhatiannya pada Ibu Juwita atasannya. Mejanya berdekatan dengan dua meja lainnya dan terletak agak jauh dari ruangan Ibu Juwita. Pasti dua meja ini milik dua rekannya sesama wakil kepala sekolah. Apa jabatan mereka tadi katanya? Wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seharusnya mereka yang memperkenalkanmu ke rekan-rekan yang lain,” Ibu Juwita mengedikkan bahu seraya melirik kedua meja kosong tersebut. “Padahal setahu saya mereka tidak pergi berlibur kemana-mana kok…”&lt;br /&gt;Dan tanpa membuang waktu Ibu Juwita memanggil seorang wanita yang terlihat berumur hampir sama dengan dirinya. Wanita tersebut kelihatannya baru saja sampai dan ia bahkan belum meletakkan tasnya di meja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seperti Ibu Tata Usaha dulu, Ibu Rahma…, “ pikir Amelie dan langsung berinisiatif mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan wanita tersebut. Ia terlihat ramah dan langsung menyapa balik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu pasti teringat akan Ibu Rahma?” ia tersenyum dan tertawa. “Namaku Rahmawati dan yaaah… Kau tahulah ibuku memang kurang kreatif… Selamat bergabung dengan kami…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amelie tidak tahan untuk tidak tersenyum dan diam-diam ia merasa lega karena ada wajah ramah yang menyambutnya. Ibu Juwita meminta Rahmawati untuk menemani Amelie berkeliling sekolah sekali lagi. Membiasakan diri untuk melihat sekolah di tengah keramaian anak-anak yang baru masuk di tahun ajaran baru. Lalu Ibu Juwita mengangguk kepada mereka berdua dan memasuki ruangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waktu kamu di wawancara apakah Ibu Juwita tidak mengajakmu berkeliling sekolah ini?” tanya Rahmawati yang meminta dipanggil Wati agar tidak sama dengan nama ibunya. Amelie menggelengkan kepala dan mengatakan bahwa ia hanya pernah bertemu sekali dengan Ibu Juwita yaitu saat mereka sepakat mengenai kontrak kerja dirinya di sekolah itu. Wati mengangguk-angguk dan mengatakan mungkin orang yang melakukan wawancara dari kantor cabang utama mereka. Amelie mengakui bahwa ia sudah mengetahui bahwa jumlah kelas 1 hingga kelas 3 berjumlah 24 ruangan. Tapi ia belum tahu keseluruhan ruangan di tempat itu; tentunya jika ada ruangan baru yang tidak diketahuinya. Ia pun menanyakan apakah gedung sekolah itu telah banyak berubah sejak tahun 1991 saat kelulusannya. Wati menganggukkan kepala seraya mengajaknya melihat lagi sekolah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memang sampai terlalu pagi karena baru segelintir anak-anak yang memasuki area sekolah. Beberapa diantaranya mungkin para remaja di kelas 2 dan 3 karena ia merasakan mata-mata yang memandanginya dengan rasa ingin tahu. Wati lalu mengatakan bahwa perkenalan dirinya akan dilakukan nanti beberapa saat sebelum jam pelajaran pertama dimulai. Murid-murid sudah diberitahu pada hari Jumat sebelumnya bahwa pagi ini akan ada pengumuman mengenai dirinya. Amelie menghembuskan napas dan Wati tertawa seraya mengatakan bahwa Amelie pasti merasa tidak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau tahu aku dulu diam-diam suka mencela para guru dan mendiang kepala sekolah disini, Ibu Sunny ,” Amelie menggelengkan kepala menertawakan masa lalunya. “Setiap kali aku melihat mereka aku berkata bahwa aku tidak ingin seperti mereka”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi begitu lulus SMA kamu langsung mengambil jurusan pendidikan?” ledek Wati seraya mengencangkan kuncir rambutnya sehingga membuat wajahnya yang lonjong semakin terlihat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, “ Amelie menggelengkan kepala dan mengatakan justru ia sempat beristirahat setahun dengan tidak melanjutkan sekolahnya. Ia sempat mengikuti neneknya untuk berwisata ke luar negeri dan terbiasa mengurus segala kebutuhan neneknya. Diam-diam Amelie menyadari ia tidak pernah tahu apa yang ia inginkan dalam hidup ini. Sehingga ketika neneknya mengusulkan agar ia mengambil jurusan pendidikan maka tanpa banyak bicara hal itu pun diturutinya. Yang dilakukannya ketika jenuh adalah berpindah dari satu sekolah ke sekolah lainnya hingga akhirnya ia tiba di sini. Tempat ia dulu menuntut ilmu dan dimana ada banyak kenangan lain yang masih tersimpan di benaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…yah, lapangan badminton sudah tidak ada…,” Amelie kembali mendengarkan lagi penjelasan Wati. “Aula masih ada tempat kita berkumpul nanti sebelum pelajaran dimulai… Dan oh, ada gudang tua di sebelah perpustakaan sekolah ini…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nyengir Wati mengatakan bahwa sepertinya tempat itu akan menjadi kantor kedua bagi Amelie karena kebanyakan peralatan sekolah disimpan disana. Dan kantor ketika adalah ruang belakang dari gudang tersebut untuk menyimpan barang-barang tua yang tidak terpakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan tanya kenapa barang-barang itu tidak langsung dibuang?” gerutu Wati seraya mengangkat bahu. “Mungkin mereka sedang berpikir akan menyumbangkan barang-barang tersebut atau dijadikan kayu bakar…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amelie tersenyum kecil menanggapi keterangan Wati dan berbasa basi bertanya apa kabar ibu Rahma sekarang. Ternyata tidak lama setelah kelulusannya, Ibu Rahma mengajukan pensiun dan sekarang telah kembali ke kampung halamannya di Jawa Barat. Wati sendiri baru bekerja lima tahun belakangan ini ketika manajemen sekolah banyak mengganti para staff disana. Ibu Endang kepala sekolahnya yang dulu meninggal karena sakit jantung sekitar 10 tahun yang lalu. Dan tentu saja guru-guru yang mengajar di masa Amelie masih menjadi murid disana sudah tidak ada lagi. Kebanyakan mereka juga sudah pensiun ataupun meninggal karena usia tua. Tidak ada lagi yang tersisa disana kecuali ruangan-ruangan kelas yang membisu dan gedung sekolah yang berdiri tegak seolah menantang dunia yang ada di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja gedung sekolah itu bukannya tidak berubah karena masing-masing kelas sudah dilengkapi dengan AC dan bahkan CCTV. Ia tersenyum membayangkan tentunya untuk menyontek anak-anak sekarang membutuhkan kreatifitas yang lebih tinggi. Tapi ia yakin akan ada cara mereka untuk melakukannya. Ia merasa lega mengetahui pasti bahwa kreatifitas anak-anak itu diluar tanggung jawabnya. Rasanya otaknya sudah terlalu karatan untuk menghadapi kejutan demi kejutan dari para murid. Dari satu sisi tentu saja sebagai bagian dari dunia pendidikan ia mestinya senang anak-anak itu membuktikan bahwa mereka bisa keluar dari kesulitan apa saja. Di sisi lain tentunya ia merasa prihatin bahwa cara untuk keluar dari kesulitan itu adalah dengan melakukan apa saja termasuk berbuat curang dan kalau perlu menimpakan kesalahan pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pfff, mereka tidak bisa disalahkan…, gerutunya dalam hati. Anak-anak meniru orang tua dan siapa saja yang bisa mereka tiru dalam kehidupan ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu punya kebiasaan untuk mengembara di dalam pikiranmu sendiri ya?” dilihatnya Wati tengah bertolak pinggang tapi tidak terdengar nada kesal dalam suara. Lebih pada rasa ingin tahu yang terlihat dari sorot matanya yang menyelidik. “Sebaiknya kamu hati-hati lho… Dua rekan kerjamu itu tidak akan seramah aku apalagi mereka adalah para senior kita…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amelie baru saja hendak bertanya mengenai seniornya ketika mereka melewati lorong dimana ruangan tempat ia belajar menggunakan computer pertama kalinya. Mendadak Amelie merasakan bulu kuduknya berdiri. Langkahnya sempat terhenti sehingga Wati yang masih berceloteh mulai menyadari bahwa ia tengah berbicara pada udara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa?” ketika dilihatnya Amelie memperhatikan lorong gelpa tersebut, ia tertawa. “Ah, maaf tapi memang lorong ini sering sekali mati lampu… Terutama di pagi hari begini…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amelie tersentak dan menoleh pada Wati dengan pandangan bertanya. Dengan raut wajah khas orang yang siap bergossip Wati pun melontarkan semua informasi yang ia miliki. Bahwa dulu di lorong ini telah ditemukan seorang murid yang meninggal karena sebab yang misterius. Ada yang mengatakan ia meninggal karena bunuh diri akibat patah hati dengan kekasihnya. Banyak juga yang menyebutkan ia meninggal karena keteledorannya sendiri. Tapi yang menyedihkan murid itu sebenarnya bisa diselamatkan jika diketemukan tepat pada waktunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Konon…, “ bisik Wati. “Murid itu penasaran akan apa yang terjadi pada dirinya dan masih menghantui di sekolah ini… OH!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wati menghentikan ceritanya ketika dilihatnya wajah Amelie memutih dan terlihat berdiri membeku di tempatnya. Ia menepuk pundak Amelie dan meminta maaf karena tidak menyangka ceritanya akan membuat Amelie takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh, aku tidak menyangka kamu begitu penakut…,” Wati lalu memeluk Amelie dan mengusap-usap punggungnya. “Jangan terlihat seperti ini nanti pada saat perkenalan… Mereka tidak akan menghormatimu nanti…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun menuruti ketika dirinya diajak meninggalkan area tersebut Amelie merasa seperti ada yang mengawasinya. Ia menoleh kebelakang dan jantungnya berdegup saat itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melihat bayangan seperti seseorang yang ia kenal belasan tahun yang lalu. Seseorang yang seharusnya tidak berada di sana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589200327214842458-8510328569260456503?l=frenemyforj50k.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/feeds/8510328569260456503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/01/iseng-posting-bab-2-kejutan-untuk-j50k.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/8510328569260456503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/8510328569260456503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/01/iseng-posting-bab-2-kejutan-untuk-j50k.html' title='ISeng posting bab 2: Kejutan untuk J50K'/><author><name>Ria Tumimomor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03586260958548467039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_i6JvxVLzjh0/TMbwoRv0ZPI/AAAAAAAAAGo/C-KAzDBmlbc/S220/IM0098.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ncqMb0a4Fyc/TyVclK2sq3I/AAAAAAAABx0/FdoKqdW0dA4/s72-c/IMG-20111216-00034.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589200327214842458.post-8975038497314279494</id><published>2012-01-17T00:36:00.000-08:00</published><updated>2012-01-17T00:36:44.665-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampung fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='J50K'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='frenemy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='january'/><title type='text'>Bab 1: Permulaan - Bukan Sinopsis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Bwde_X01eEc/Tip3LDTM2hI/AAAAAAAAAh4/qZXrfZrtadw/s1600/IMG_7606.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-Bwde_X01eEc/Tip3LDTM2hI/AAAAAAAAAh4/qZXrfZrtadw/s320/IMG_7606.JPG" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Karena sepertinya saya bakal dpt badge OOOPPSSS... saya muat aja deh sekalian disini...&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;BAB I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Permulaan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Amelie berjalan meninggalkan tempat tersebut dan tanpa terasa kenangan itu kembali menyeliputi dirinya. Tidak pernah ia membayangkan akan kembali ke tempat ini walau dalam posisi yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak ia menyempatkan diri untuk menoleh ke belakang dan memperhatikan sejenak keadaan tempat itu. Sebagian besar ruangan di dalam gedung tidak mengalami perubahan. Tapi lapangan kecil dimana ia dan teman-teman sekelasnya biasa berkumpul memisahkan diri dari anak-anak kelas bawah telah hilang. Sekarang telah berdiri gedung baru di tengah-tengah lapangan itu sehingga tidak mungkin lagi ada anak-anak bermain disana. Ataupun sekadar berteduh dibawah pohon Angsana besar yang sekarang telah ditebang habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak berlarian berhamburan berusaha mendahului satu sama lain untuk keluar dari sekolah dan kembali ke kehidupan mereka dirumah. Amelie tersenyum menyaksikan kepolosan mereka dan kegairahan mereka dalam menikmati hidup. Seandainya mereka tahu bahwa begitu mereka mencapai usia seperti dirinya yang terlintas adalah seandainya bisa kembali seperti mereka. Menikmati kehidupan sebagai anak-anak, berkeluh kesah akan pekerjaan rumah dan ulangan, menjerit ketika ada jerawat menghiasi wajah. Berdebar ketika hendak bertemu seseorang yang disukai di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amelie terpekur sejenak dan sebersit perasaan sedih meliputi dirinya ketika menyadari bahwa kehidupan itulah yang ia idam-idamkan. Bukan kehidupan yang pernah dia lalui ketika seusia mereka. Itulah sebabnya Amelie masih mengidamkan waktu dapat diputar kembali agar bisa merubah kehidupannya yang dulu. Yah, tentu saja ia tahu itu tidak masuk akal dan tidak mungkin. Manusia berpikir bahwa dengan memutar waktu kesalahan masa lalu bisa diperbaiki. Bahwa mereka akan mengambil tindakan yang berbeda jika diberikan kesempatan dalam menghadapi suatu keadaan. Pada kenyataannya apapun yang terjadi tetap akan mengambil tindakan yang sama lagi dan lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amelie lalu melirik jam di tangan kiri dan menyadari bahwa harus bergegas. Yang harus ia lakukan di tempat ini sudah selesai untuk proses awal. Sekarang ia harus menepati janji untuk bertemu dengan seseorang. Dirasakan oleh Amelie bahwa bibirnya membentuk senyuman kecil dan mendadak ia melupakan rasa sentimental tadi. Taxi yang lewat segera ia hentikan dan begitu berada di dalam kusebutkan tempat tujuan. Di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta inilah orang yang akan ia temui tengah menunggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah berlari ia menyusuri area perbelanjaan tersebut seraya menyambar Blackberry yang tak sempat dilihat sedari tadi. Ah, ada pesan lewat Blackberry Messenger yang menginformasikan kalau orang yang akan ia temui telah berada di dalam Starbucks kafe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai Amelie!” Jamie, teman yang akan ia temui itu berdiri dari tempat duduknya dan menyambut Amelie dengan jabatan tangannya. Tapi sedetik kemudian pria itu memeluk Amelie dengan hangat. Amelie tidak mengerti mengapa rutinitas itu selalu dilakukan oleh Jamie. Seolah ia lupa baru menyadari bahwa hubungan mereka berdua sekarang berbeda dari saat pertama kali kami mengenal satu sama lain. Namun Amelie juga mengingatkan dirinya yang selalu suka menyimpulkan sesuatu yang akhirnya terbukti tidak benar. Melebih-lebihkan kondisi yang pada kenyataannya tidak separah yang ia duga. Karenanya Amelie segera menepiskan perasaan itu dan memberikan senyuman terlebar kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ohya, bagaimana dengan pekerjaanmu di tempat yang baru? Kau bilang akan menceritakannya padaku kalau kita bertemu…,” Jamie mempersilahkan Amelie duduk dan menanyakan apakah ia hendak memesan sesuatu? Amelie mencegahnya beranjak dari tempat duduknya dan mengatakan akan memesan nanti setelah bercerita. Pria itupun duduk kembali dan memasang wajah yang penasaran. Perasaan senang meliputi diri Amelie menyaksikan raut wajahnya itu. Berarti Jamie benar-benar perhatian mengenai kehidupannya. Tanpa menunda lagi Amelie pun menceritakan mulai dari saat wawancara hingga menandatangani surat kontrak kerja. Hari ini sebelum Amelie bertemu dengan Jamie, urusan administrasi telah dituntaskan dan pada hari Senin minggu depan telah mulai bertugas di tempat baru. Wajahnya yang ceria terlihat berubah menjadi raut terpana ketika Amelie menyebutkan nama tempat kerjanya yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau akan kembali ke sekolah kita dulu?” Jamie menaikkan alisnya. Sesuatu yang menjadi kebiasaannya jika merasa heran namun berusaha menahan diri untuk tidak terlalu memperlihatkannya. “Ehm, memangnya tidak ada sekolah lain yang bisa kamu tuju?” Merasa defensif, Amelie balik bertanya memangnya mengapa jika aku bekerja disana? Tapi sedetik kemudian ia menyadari tidak seharusnya kata-kata itu diucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat itu memang yang mempertemukan mereka untuk pertama kalinya. Tapi bukan sebagai tempat pertemuan pertama bagi mereka dalam arti yang romantic atau semacamnya. Karena pada saat itu mata dan hatinya bukan tertuju pada Amelie melainkan pada orang lain. Orang lain yang masih selalu membayangi kehidupan mereka bahkan hingga hari ini. Dimana sulit bagi mereka untuk melupakannya walau hanya kesedihan yang meliputi diri mereka berdua tatkala mengingat dirinya. Mendengar nama tempat itu saja sudah membuka luka lama baginya dan Jamie pasti kecewa karena Amelie bisa dengan tenang kembali kesana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamie menghela napas panjang dan terpekur memandangi orang-orang yang berseliweran di kafe tempat mereka bertemu itu. Lalu seolah ingin menyibukkan diri dengan pikirannya tanpa terganggu oleh orang lain mendadak ia berdiri dari tempat duduknya. Dengan menggumam, ia mengatakan akan langsung saja memesankan minuman yang disukai oleh Amelie. Dan tanpa menunggu lebih lama, ia meninggalkan Amelie sendirian untuk memesan minuman tersebut. Dua perasaan berkecamuk dalam diri Amelie karena ia seharusnya merasa senang Jamie selalu mengingat minuman favoritnya setiap kali mereka bertemu. Namun ia juga merasa sedih melihat reaksi Jamie mengenai tempat kerjanya dan menyesal tidak lebih hati-hati. Seharusnya ia menyadari bahwa Jamie masih mengingat kenangan masa lalu dan tidak seharusnya ia mengingatkannya kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak bicara banyak ketika akhirnya saling duduk berhadapan dan masing-masing menghirup minumannya. Amelie memutuskan untuk membiarkan kesunyian mengambil alih kegembiraan yang sempat meliputi mereka berdua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teng, teng, teng…terdengar bunyi bel di sekolah tersebut pertanda sudah tiba saatnya murid-murid masuk ke dalam ruangan kelas mereka. Sekolah yang lengkap terdiri dari Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Atas dalam beberapa menit mulai mereda keriuhannya. Anak-anak mulai memasuki kelas mereka masing-masing begitu pula dengan segerombolan murid-murid yang memulai tahun ajaran baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah keramaian para murid tersebut, terlihat dua orang gadis yang cekikikan satu sama lain sebelum memasuki kelas. Keduanya sangat akrab sehingga beberapa murid yang memperhatikan mereka memperkirakan bahwa mereka telah saling mengenal sebelumnya. Kedua gadis tersebut tidak memperdulikan tatapan heran orang lain akan perbedaan yang menyolok dari fisik mereka. Yang satu berambut panjang tipis tergerai di bahunya dan wajahnya terlihat putih pucat kontras dengan bibirhnya yang kemerahan. Badannya langsing semampai dan ia berjalan dengan lemah gemulai namun gairah hidup yang tinggi terasa keluar dari dirinya. Sementara sahabatnya berbadan lebih pendek dan gemuk. Rambutnya yang juga dipangkas pendek membuat mukanya terlihat bertambah bulat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nena…,” gadis yang gemuk itu menggamit lengan sahabatnya dan mereka memandang ke arah kerumunan murid-murid pria di pintu kelas mereka. “Cowok-cowok itu memandangimu terus dari tadi…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nena, gadis yang semampai itu memperhatikan kerumunan murid-murid pria tersebut dengan acuh dan mengajak sahabatnya langsung berjalan melewati mereka. Ia merasakan ada tatapan dari tempat lain dan menoleh untuk mendapati seorang murid pria yang tengah duduk di meja tengah memperhatikannya. Tapi caranya memperhatikan berbeda dari teman-temannya sehingga menarik perhatian Nena. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada juga yang berhasil menarik perhatianmu,” temannya menyikut dirinya dan ia pun melengos dan melemparkan pandangan ke seluruh ruangan kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, dan kelihatannya kamu juga sudah mempunyai penggemar, Amelie,” Nena balas menggoda temannya dengan matanya melirik ke arah lain. Amelie mengikuti arah pandangan Nena dan mereka berdua mendapati seorang anak murid lain tengah menatap balik. Namun begitu mengetahui bahwa kedua gadis itu memergokinya ia menjadi tersipu dan buru-buru menunduk berpura-pura membetulkan tali sepatunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amelie menatap murid yang sekarang tengah menunduk berusaha untuk tidak mengangkat mukanya. Rambut panjangnya yang keriting dikuncir ke belakang dan ia mengenakan kacamata yang terlalu lebar untuk ukuran wajahnya yang kecil. Amelie menunggu dengan sabar hingga gadis tersebut mau tidak mau mengangkat kepalanya dan mereka kembali bertemu muka. Gadis itu berusaha tersenyum namun tampak salah tingkah. Nena yang tidak sabar langsung menyambar lengan Amelie untuk segera mencari tempat duduk. Mereka memilih tempat di tengah-tengah dan tanpa menunggu langsung meletakkan tas mereka masing-masing dikursi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak pria yang tadi duduk diam di mejanya sekarang terlihat berjalan menghampiri tempat mereka duduk. Lalu ia mengulurkan tangannya kearah Amelie dan memperkenalkan diri,” Hi… Perkenalkan namaku Jamie…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amelie menyambut uluran tangan tersebut dan menyeringai karena tahu tujuan murid pria tersebut pastilah ke Nena. Ia menyebut namanya dan tanpa diminta memperkenalkannya sahabatnya. Nena seperti biasa bersikap acuh tidak acuh tapi Amelie tahu kali ini sahabatnya hanya berpura-pura bersikap demikian. Ada yang menarik dari Jamie karena cowok ini termasuk berani untuk langsung menghampiri mereka berdua dan mengajak berkenalan. Biasanya, catat Amelie dalam hati para cowok-cowok itu hanya bisa menatap sahabatnya dari kejauhan tanpa berani mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nena sepintas terlihat angkuh dan sibuk dengan dunianya sendiri. Seraya memperhatikan Jamie bertanya pada Nena dari sekolah mana sebelumnya Amelie tersenyum mengingat sudah berapa lama ia mengenal dan bersahabat dengan Nena. Sejak mereka menginjak bangku Sekolah Dasar di hari pertama tahun ajaran baru. Nena asyik dengan buku yang dibacanya dan sepertinya tidak memperhatikan teriakan anak-anak yang ada di sekitar mereka. Amelie memandang dengan rasa ingin tahu buku apa sih yang dibaca hingga Nena begitu tenggelam dalam dunianya…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sedang menatap dari kejauhan ketika dilihatnya beberapa anak bergerombol mendekati Nena namun tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Sepertinya mereka ingin melihat buku yang dibaca Nena tapi tidak diijinkan. Pertengkaran mulut berubah menjadi fisik karena anak yang terbesar mendorong Nena hingga jatuh. Nena tetap mempertahankan buku itu dipelukan tangannya sehingga membuat anak yang lain menjadi marah. Tanpa sadar Amelie berlari mendekati mereka dan mendorong anak-anak yang berada disana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang berjumlah tiga orang itu tercerai berai dan mereka memandang Amelie dengan berang. Amelie sendiri merasa jantungnya berdegup dan keringat dingin keluar dari tubuhnya. Ia mendadak takut karena yakin tidak mungkin bisa menang melawan tiga orang sekaligus walaupun tubuhnya besar. Ia sudah berniat untuk mengajak Nena agar melarikan diri bersamanya ketika salah satu dari anak-anak itu maju hanya untuk mengejeknya dengan satu kata yang dibencinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dasar gendut jelek!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amelie terdiam di tempat menggigit bibirnya menahan tangis. Tangannya terkepal dan anak-anak itu menyangka ia akan memukul mereka sehingga dengan cepat mereka meninggalkannya dengan Nena. Lalu anak yang mengejek Amelie tadi berhenti sejenak dan menjulurkan lidahnya. Badannya yang kurus ringkih bergoyang untuk menambah ejekannya. Seolah menantang Amelie untuk mengejarnya jika ia sanggup. Dan tanpa menunggu reaksi Amelie atau Nena, anak itu kembali berlari menyusul teman-temannya. Meninggalkan Amelie menatap tangannya yang mengepal terlihat begitu besar dibandingkan dengan anak-anak yang telah lari tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu mau lihat buku yang aku baca?” ia mendongak dan melihat Nena menawarkan buku yang sedari tadi dipegangnya seolah harta karun yang berharga. “Ini diary…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amelie mengusap matanya berusaha mencegah air mata yang nyaris melompat keluar dari pelupuk matanya. Ia tidak ingin terlihat cengeng di hadapan Nena dan karenanya ia bertanya apakah “Diary” itu? Nena menguakkan senyumnya dan mengatakan bahwa Diary itu adalah buku catatan harian yang isinya tidak boleh dibaca orang lain. Amelie menjadi bingung dan melupakan kesedihannya lalu mulai bertanya. Jika tidak boleh dibaca oleh orang lain mengapa Nena ingin membiarkan ia membacanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita kan teman? Ya khan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sejak saat itu mereka tidak terpisahkan hingga memasuki SMA saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Amelie, “ sikutan tangan Nena mengembalikannya ke dunia nyata dan ia mendongak untuk mendapati Nena serta siapa tadi nama cowok ini? “Jamie bertanya apakah kita mengenal anak itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sungkan seperti biasanya Nena mengacungkan telunjukknya dan mata Amelie kembali bertumbuk pada anak gadis yang tadi diam-diam memandanginya. Didengarnya Jamie bertanya apakah mungkin anak itu pernah satu sekolah dengan mereka sebelumnya? Nena mulai terlihat terganggu dan ingin menghampiri anak itu. Ia ingin bertanya mengapa anak itu terus-terusan memandangi mereka. Amelie tentu saja berusaha mencegah walau dia tahu sekali Nena memutuskan sesuatu ia tidak akan berhenti. Baru saja Nena hendak beranjak tiba-tiba Jamie kembali bertanya pada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan dimana tadi kalian bilang sekolahnya?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini mau tidak mau baik Amelie dan Nena saling berpandangan dengan menyeringai. Jamie terlihat begitu penasaran dimana mereka bersekolah sebelumnya dan ia pandai menanyakannya secara halus. Amelie memandangi Jamie dan mulai memperhatikan dengan seksama. Rambut Jamie dipangkas rapi hampir menyerupai potongan rambut seorang tentara. Ia dapat melihat jelas kuping Jamie yang panjang dan besar. Terlihat rambut-rambut halus di sekitar dagunya dan pelipisnya. Dan sungguh Amelie iri setengah mati melihat bulu mata Jamie yang terlihat lebih berisi ketimbang dirinya yang perempuan. Dan yang paling menyenangkan Amelie, Jamie tahu bagaimana meredakan ledakan emosi Nena. Kemampuan yang tidak dimilikinya walau telah lama berteman dengan sahabatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami tidak pernah bilang nama sekolah kami sebelumnya,” tegas Nena dengan senyuman tipis di wajahnya. Lalu ia diam sejenak dan memandangi Jamie hingga untuk pertama kalinya pria remaja itu terlihat salah tingkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sepertinya aku suka denganmu,” ia menoleh pada Amelie yang tercengang. “Dia akan menjadi pengawal yang baik untuk kita khan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589200327214842458-8975038497314279494?l=frenemyforj50k.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/feeds/8975038497314279494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/01/bab-1-permulaan-bukan-sinopsis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/8975038497314279494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/8975038497314279494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/01/bab-1-permulaan-bukan-sinopsis.html' title='Bab 1: Permulaan - Bukan Sinopsis'/><author><name>Ria Tumimomor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03586260958548467039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_i6JvxVLzjh0/TMbwoRv0ZPI/AAAAAAAAAGo/C-KAzDBmlbc/S220/IM0098.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Bwde_X01eEc/Tip3LDTM2hI/AAAAAAAAAh4/qZXrfZrtadw/s72-c/IMG_7606.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589200327214842458.post-5154608692437557994</id><published>2012-01-05T06:13:00.000-08:00</published><updated>2012-01-05T06:14:58.568-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampung fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='J50K'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='frenemy'/><title type='text'>Bab 6: Pencari Perhatian - sinopsis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GFNxwBPXMVA/TwWvxlaU8eI/AAAAAAAABvY/ogRfDkPgMQ8/s1600/IMG6429.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-GFNxwBPXMVA/TwWvxlaU8eI/AAAAAAAABvY/ogRfDkPgMQ8/s200/IMG6429.jpg" width="134" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Cerita mengenai kehidupan Agnes dan keluarganya serta hubungannya dengan Amelie, Nena dan juga Jamie. &lt;br /&gt;Nena yang terlihat lebih dewasa dari umurnya, Amelie yang tidak seberani Nena, Jamie yang selalu bersikap netral pada mereka semua walau jelas lebih tertarik pada Nena. Agnes tidak menyukai Jamie karena menganggapnya sebagai penganggu walau Amelie pernah curiga kalau Agnes hanya cemburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nena pun diceritakan kesal mengenai Agnes yang gemar mengumbar kesedihannya setiap hari tanpa ada usaha untuk memperbaiki keadaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya jadi menceritakan Agnes terlebih dahulu, gak jelas juga sih? Pokoknya itu yang terlintas di kepala maka itulah yang dituangkan dalam tulisan saat itu juga. Masalah nanti cerita Agnes akan berpindah bab akan dipikirkan belakangan saja deh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5Lf48rY1oBk/TwWu-bxbvEI/AAAAAAAABvM/BBmC3QBio0E/s1600/frenemy%2B6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="234" src="http://4.bp.blogspot.com/-5Lf48rY1oBk/TwWu-bxbvEI/AAAAAAAABvM/BBmC3QBio0E/s400/frenemy%2B6.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589200327214842458-5154608692437557994?l=frenemyforj50k.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/feeds/5154608692437557994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/01/bab-6-pencari-perhatian-sinopsis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/5154608692437557994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/5154608692437557994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/01/bab-6-pencari-perhatian-sinopsis.html' title='Bab 6: Pencari Perhatian - sinopsis'/><author><name>Ria Tumimomor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03586260958548467039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_i6JvxVLzjh0/TMbwoRv0ZPI/AAAAAAAAAGo/C-KAzDBmlbc/S220/IM0098.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-GFNxwBPXMVA/TwWvxlaU8eI/AAAAAAAABvY/ogRfDkPgMQ8/s72-c/IMG6429.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589200327214842458.post-253797423497245884</id><published>2012-01-04T07:03:00.000-08:00</published><updated>2012-01-04T07:03:39.546-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampung fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='J50K'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='frenemy'/><title type='text'>Bab 5: Reuni - Sinopsis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-TPDDuUvp6XA/TwRpghLKN-I/AAAAAAAABu0/3QSrhfefb2U/s1600/IMG_7029.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://3.bp.blogspot.com/-TPDDuUvp6XA/TwRpghLKN-I/AAAAAAAABu0/3QSrhfefb2U/s200/IMG_7029.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Amelie bertemu lagi dengan teman lamanya yang ternyata adalah Agnes. Gadis remaja yang dulu bersama dengan mendiang temannya Nena telah ia tolak. Terkuak cerita bagaimana persahabatan itu putus karena masalah cinta segitiga antara Nena dan Jamie dan Amelie. Bagaimana akhirnya Nena yang merasa dikhianati oleh Amelie serta Jamie di beritakan mengakhiri hidupnya di sekolah itu. Amelie mulai berpikir bahwa ia mengambil keputusan yang salah dengan bekerja di sana. Mungkinkah bayangan yang ia lihat di pagi hari tadi di lorong itu adalah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pfff, semakin megap-megap deh gue nguras ide untuk nguber yang udah nyampe 10K… tapi masih jauhhhh euyyy… Semoga gue tetap bertahan bersama Amelie, Agnes, Jamie dan…juga Nena?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-aZrrhn9Qo6w/TwRp4KGLUdI/AAAAAAAABvA/D2Oeoa3umcQ/s1600/frenemy%2B5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="234" src="http://2.bp.blogspot.com/-aZrrhn9Qo6w/TwRp4KGLUdI/AAAAAAAABvA/D2Oeoa3umcQ/s400/frenemy%2B5.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589200327214842458-253797423497245884?l=frenemyforj50k.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/feeds/253797423497245884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/01/bab-5-reuni-sinopsis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/253797423497245884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/253797423497245884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/01/bab-5-reuni-sinopsis.html' title='Bab 5: Reuni - Sinopsis'/><author><name>Ria Tumimomor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03586260958548467039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_i6JvxVLzjh0/TMbwoRv0ZPI/AAAAAAAAAGo/C-KAzDBmlbc/S220/IM0098.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-TPDDuUvp6XA/TwRpghLKN-I/AAAAAAAABu0/3QSrhfefb2U/s72-c/IMG_7029.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589200327214842458.post-7391336311295339453</id><published>2012-01-03T06:40:00.000-08:00</published><updated>2012-01-03T06:42:28.179-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampung fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='J50K'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='frenemy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='january'/><title type='text'>Frenemy bab 3 dan sebagian bab 4 - sinopsis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-c87USoagdvA/TwMStNouO9I/AAAAAAAABuQ/Dlg6YUZfclY/s1600/IMG_6818%2B%2528427x640%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-c87USoagdvA/TwMStNouO9I/AAAAAAAABuQ/Dlg6YUZfclY/s200/IMG_6818%2B%2528427x640%2529.jpg" width="134" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hari ketiga ini total kata yang berhasil dicapai sekitar 5000-an. Mencakup bab 3 yang menceritakan tokoh bernama Agnes yang terus-terusan memperhatikan Amelie dan Nena. Akibatnya Nena yang benar-benar merasa terganggu melabrak Agnes dan mengejeknya. Tidak hanya Nena, Amelie yang biasanya lebih tenang pun menyatakan ketidaksukaannya pada Agnes. Mengakibatkan Agnes bertekat untuk membuat keduanya menarik kata-katanya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Bab 4 yang baru selesai sebagian baru memulai sedikit perkenalan Amelie dengan dua wakil kepala sekolah lainnya. Ternyata mereka sama sekali tidak bersahabat dan kelihatannya akan menjadi sumber masalah baginya di kemudian hari. Namun Amelie lebih memikirkan cerita apa sebenarnya yang beredar mengenai  murid yang ditemukan meninggal tersebut. Wati sepertinya akan menjadi sumber informasi yang bagus untuk Amelie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pfff, ternyata mata gue sampai sepet nih nguber 1,666 kata per hari... Tapi tetap semangaaaattt mencapai 50K untuk bulan January ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-xfhIqoIaudY/TwMTEy8rcLI/AAAAAAAABuc/F49M0tuQtAo/s1600/frenemy%2B3%2Bdan%2B4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="272" src="http://4.bp.blogspot.com/-xfhIqoIaudY/TwMTEy8rcLI/AAAAAAAABuc/F49M0tuQtAo/s400/frenemy%2B3%2Bdan%2B4.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589200327214842458-7391336311295339453?l=frenemyforj50k.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/feeds/7391336311295339453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/01/frenemy-bab-3-dan-sebagian-bab-4.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/7391336311295339453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/7391336311295339453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/01/frenemy-bab-3-dan-sebagian-bab-4.html' title='Frenemy bab 3 dan sebagian bab 4 - sinopsis'/><author><name>Ria Tumimomor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03586260958548467039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_i6JvxVLzjh0/TMbwoRv0ZPI/AAAAAAAAAGo/C-KAzDBmlbc/S220/IM0098.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-c87USoagdvA/TwMStNouO9I/AAAAAAAABuQ/Dlg6YUZfclY/s72-c/IMG_6818%2B%2528427x640%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589200327214842458.post-1082571450033700600</id><published>2012-01-02T07:57:00.000-08:00</published><updated>2012-01-02T07:57:53.501-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampung fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='J50K'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='frenemy'/><title type='text'>Bab 2: Kejutan Pertama - Sinopsis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-QDbIv60cgaM/TwHTXeMo7WI/AAAAAAAABt4/-cJ6joPSU7k/s1600/IMG_6679-crop.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="191" src="http://1.bp.blogspot.com/-QDbIv60cgaM/TwHTXeMo7WI/AAAAAAAABt4/-cJ6joPSU7k/s200/IMG_6679-crop.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bab kedua menceritakan kejutan pertama yang diterima Amelie ketika memulai momen dimana ia bekerja di sekolah tersebut. Ia dan dua orang seniornya bertugas sebagai wakil kepala sekolah. Namun karena seniornya tidak ada di tempat maka Ibu Kepala Sekolah meminta petugas Tata Usaha untuk menemani Amelie melihat-lihat area sekolah. Tujuannya agar Amelie kembali terbiasa berada disana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang petugas Tata Usaha ternyata anak dari staff sekolah pada masa Amelie masih bersekolah disana. Mungkin dikarenakan umur mereka yang tidak berbeda jauh, Wati nama petugas itu bersikap ramah pada Amelie. Ia menerangkan ruang-ruang yang ada di sekolah walau sebagian besar masih diingat oleh Amelie. Rasanya tidak ada yang berubah dari sekolah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karenanya ia hampir mati ketakutan ketika merasa melihat sosok tubuh yang telah ia kenal bertahun-tahun yang lalu. Namun yang ia ketahui bahwa tidak mungkin orang itu berada bersamanya kembali di sekolah itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-rurQyyHIRt8/TwHTs3kUxjI/AAAAAAAABuE/DoXzc9_YxHg/s1600/bab%2B2%2Bfrenemy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="233" src="http://3.bp.blogspot.com/-rurQyyHIRt8/TwHTs3kUxjI/AAAAAAAABuE/DoXzc9_YxHg/s400/bab%2B2%2Bfrenemy.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589200327214842458-1082571450033700600?l=frenemyforj50k.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/feeds/1082571450033700600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/01/bab-2-kejutan-pertama-sinopsis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/1082571450033700600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/1082571450033700600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/01/bab-2-kejutan-pertama-sinopsis.html' title='Bab 2: Kejutan Pertama - Sinopsis'/><author><name>Ria Tumimomor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03586260958548467039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_i6JvxVLzjh0/TMbwoRv0ZPI/AAAAAAAAAGo/C-KAzDBmlbc/S220/IM0098.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-QDbIv60cgaM/TwHTXeMo7WI/AAAAAAAABt4/-cJ6joPSU7k/s72-c/IMG_6679-crop.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589200327214842458.post-2846244075042312377</id><published>2012-01-01T07:24:00.000-08:00</published><updated>2012-01-01T07:24:15.462-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampung fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='J50K'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='frenemy'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='january'/><title type='text'>Bab 1: Permulaan - Sinopsis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-MNVEnieeY6k/TwB5_pz6r9I/AAAAAAAABtg/fHi1RhJyvp8/s1600/IMG_7536.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-MNVEnieeY6k/TwB5_pz6r9I/AAAAAAAABtg/fHi1RhJyvp8/s200/IMG_7536.JPG" width="198" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bab pertama dimulai dari salah satu tokoh utama yang bernama Amelie yang hendak bertemu dengan teman dekatnya yang dipanggil : Jamie. Dari cerita yang baru disentuh secara selintas itu diketahui bahwa Amelie dan Jamie telah mengenal lama sejak masa sekolah. Dan saat ini hubungan mereka lebih dari sekedar teman biasa. Diceritakan bahwa Amelie baru saja mendapat pekerjaan baru di sekolah mereka yang dulu dan hal itu membuat Jamie merasa heran. Amelie mencurigai bahwa kekecewaan Jamie diakibatkan karena sekolah itu mengingatkannya akan seseorang. Seseorang yang juga dikenal baik oleh Amelie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu cerita berpindah ke masa beberapa tahun silam dimana diceritakan Amelie dan teman akrabnya yang bernama Nena berkenalan dengan Jamie. Juga ada anak murid wanita penyendiri yang sepertinya ingin berkenalan dengan mereka tapi masih malu-malu. Cerita juga melompat lebih jauh lagi ke masa silam dimana Amelie bertemu pertama kali dengan Nena ketika masih duduk di sekolah dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah Nena dan Amelie nanti berteman akrab dengan anak baru tersebut? Lalu apakah Nena ini yang dikenal oleh Jamie dan Amelie sehingga mengganggu hubungan mereka? Nantikan saja di Bab berikutnya ya… (kalau penulisnya gak keabisan ide… heheheh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-TiCt-wOytyA/TwB6dU_o_cI/AAAAAAAABts/6LZuqAevSX4/s1600/bab%2B1%2Bfrenemy%2B%25282%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="183" src="http://4.bp.blogspot.com/-TiCt-wOytyA/TwB6dU_o_cI/AAAAAAAABts/6LZuqAevSX4/s400/bab%2B1%2Bfrenemy%2B%25282%2529.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589200327214842458-2846244075042312377?l=frenemyforj50k.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/feeds/2846244075042312377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/01/bab-1-permulaan-sinopsis.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/2846244075042312377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/2846244075042312377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2012/01/bab-1-permulaan-sinopsis.html' title='Bab 1: Permulaan - Sinopsis'/><author><name>Ria Tumimomor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03586260958548467039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_i6JvxVLzjh0/TMbwoRv0ZPI/AAAAAAAAAGo/C-KAzDBmlbc/S220/IM0098.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-MNVEnieeY6k/TwB5_pz6r9I/AAAAAAAABtg/fHi1RhJyvp8/s72-c/IMG_7536.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6589200327214842458.post-6335820875935908528</id><published>2011-12-28T19:29:00.000-08:00</published><updated>2011-12-28T19:29:48.641-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kampung fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='J50K'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='january'/><title type='text'>Frenemy for January 50K</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-NIf_nYe7a6U/TvvcPbZ1C8I/AAAAAAAABsY/iG5Gm9IKoAY/s1600/IMG6354.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="134" src="http://4.bp.blogspot.com/-NIf_nYe7a6U/TvvcPbZ1C8I/AAAAAAAABsY/iG5Gm9IKoAY/s200/IMG6354.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Akhirnya setelah bingung mau menulis apa untuk kegiatan January 50K ini, akhirnya walau tetap bingung saya ikutan juga deh berpartisipasi dengan membuat blog ini. Beneran asli masih bingung mau membuat cerita apa karena membayangkan 50K itu saja sudah membuat saya sakit perut. Mengetik di blog ini pun masih membuat saya sakit perut buanget :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya tetap ikutan karena proyek 50K ini saya senang saja mengikuti kegiatan menulis beramai-ramai. Seperti ikut kegiatan olahraga yang rasanya malas sekali kalau hanya sendirian. Tapi semangat kalau bersama dengan seorang teman. Apalagi ini, kegiatan menulis yang dilakukan bersama dengan banyak rekan online :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya mau menulis apa ya? Jujur saja saya masih belum tahu mau menulis apa. Bahkan nama-nama tokohnya saja belum terpikir. Tapi inti ceritanya adalah tentang persahabatan tiga orang gadis di SMA. Salah seorang dari mereka sebenarnya merasa dengki pada dua gadis lainnya. Sehingga persahabatan yang seharusnya menggembirakan mereka merubah drastis semuanya. Salah seorang dari mereka meninggal dan menghantui salah satu dari kedua wanita yang masih melanjutkan hidup mereka ke jenjang dewasa. Iya, genrenya horror.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mari kita lihat apa saya sanggup menulis 50,000 kata untuk tema horror hingga akhir bulan January nanti :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohya, kalau ada yang mau bertanya kenapa tema horror tapi bergambar kue? Oh, itu iseng saja...untuk menambah semangat saya dalam menulis. Hahaha... Selamat datang bulan January dan mari kita mulai dengan 50K :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6589200327214842458-6335820875935908528?l=frenemyforj50k.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/feeds/6335820875935908528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2011/12/frenemy-for-january-50k.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/6335820875935908528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6589200327214842458/posts/default/6335820875935908528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://frenemyforj50k.blogspot.com/2011/12/frenemy-for-january-50k.html' title='Frenemy for January 50K'/><author><name>Ria Tumimomor</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03586260958548467039</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='18' src='http://2.bp.blogspot.com/_i6JvxVLzjh0/TMbwoRv0ZPI/AAAAAAAAAGo/C-KAzDBmlbc/S220/IM0098.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-NIf_nYe7a6U/TvvcPbZ1C8I/AAAAAAAABsY/iG5Gm9IKoAY/s72-c/IMG6354.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
